Budi dan Daya Kopi

0
918

KOPI BUDIDAYA

Tanaman kopi dipercaya berasal dari benua Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia. Saat ini kopi ditanam meluas di Amerika Latin, Asia-Pasifik dan Afrika. Pohon kopi bisa tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim tropis dan subtropis meliputi dataran tinggi maupun dataran rendah. Akan tetapi dari setiap dataran yang menghasilkan kopi akan menciptakan cita rasa yang berbeda dan jenis kopi yang berbeda sesuai dengan varietasnya.

Berdasarkan penelusuran literatur, terdapat ribuan spesies kopi di dunia. Namun dalam perdagangan global hanya dikenal 3 (tiga) jenis kopi saja yakni Kopi Arabika, Kopi Robusta dan Kopi Liberika.

Secara khusus, kopi robusta merupakan jenis kopi yang paling banyak di konsumsi oleh masyarakat Indonesia. Di Indonesia sendiri, tanaman kopi dibawa oleh bangsa Belanda pada tahun 1896 dengan jenis Kopi Arabika dan disusul oleh Kopi Robusta, Kopi Liberika. Dan keseluruhan jenis-jenis kopi tersebut ada di Provinsi Jambi yang tersebar di hampir seluruh 11 Kabupaten/Kota.

Sebaran Jenis-Jenis Kopi di 11 Kabupaten / Kota di Provinsi Jambi
Sebaran Jenis-Jenis Kopi di 11 Kabupaten / Kota di Provinsi Jambi

A. Kopi Arabika
Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan jenis kopi ditanam di ketinggian 1000-2100 meter dpl. Namun masih bisa tumbuh baik pada ketinggian diatas 800 meter dpl. Bila ditanam di dataran yang lebih rendah, jenis kopi ini sangat rentan terhadap penyakit karat daun.
Arabika akan tumbuh optimal pada kisaran suhu 16-20°C. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, kopi arabika membutuhkan bulan kering sekitar 3 bulan/tahun. Arabika mulai bisa dipanen setelah berumur 4 tahun. Dengan produktivitas rata-rata sekitar 350-400 kg/ha/tahun. Namun bila dipelihara secara intensif bisa menghasilkan hingga 1500-2000 kg/ha/tahun.

Apabila telah matang, buah arabika berwarna merah terang. Buah yang telah matang mudah sekali rontok, jika dibiarkan buah tersebut akan menyerap bau-bauan yang ada ditanah sehingga mutunya turun. Arabika sebaiknya dipanen sebelum buah rontok ke tanah. Rendemen atau prosentase antara buah yang panen dengan biji kopi (green bean) yang dihasilkan sekitar 18-20%.

B. Kopi Robusta
Kopi robusta (Coffea canephora) lebih toleran terhadap ketinggian lahan budidaya. Jenis kopi ini tumbuh baik pada ketinggian 400-800 m dpl dengan suhu 21-24°C. Kopi jenis inilah sebagai pengganti (replanting) disaat dahulu kopi arabika rentan terhadap serangan penyakit karat daun.
Dalam waktu sekitar 2,5 tahun robusta sudah mulai bisa dipanen meskipun hasilnya belum optimal. Produktivitas robusta secara rata-rata lebih tinggi dibanding arabika yakni sekitar 900-1.300 kg/ha/tahun. Dengan pemeliharaan intensif produktivitasnya bisa ditingkatkan hingga 2000 kg/ha/tahun.
Untuk berbuah dengan baik, jenis kopi robusta memerlukan waktu panas selama 3-4 bulan dalam setahun dengan beberapa kali hujan. Buah robusta bentuknya membulat dan warna merahnya cenderung gelap. Buah robusta menempel kuat di tangkainya meski sudah matang. Rendemen kopi robusta cukup tinggi sekitar 22%.

C. Kopi Liberika
Kopi liberika (Coffea liberica) bisa tumbuh dengan baik didataran rendah (0 – 100 m dpl) dimana robusta dan arabika tidak bisa tumbuh. Jenis kopi ini paling tahan pada penyakit karat daun dibanding jenis lainnya. Mungkin inilah yang menjadi keunggulan kopi liberika. Ukuran daun, percabangan dan tinggi pohon jenis kopi liberika lebih besar dari arabika dan robusta. Dengan rendemen sekitar 12%.
Produtivitas jenis kopi liberika ada pada kisaran 400-500 kg/ha/tahun. Liberika dapat berbunga sepanjang tahun dan cabang primernya dapat bertahan lebih lama. Dalam satu buku bisa berbunga lebih dari satu kali.

Coffee Family Tree
Coffee Family Tree. Sumber : cafeimports.com

BUDIDAYA KOPI
Secara umum faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kopi adalah P3S (Pemupukan, Pemangkasan, Panen Sering dan Sanitasi). Tentunya dengan beberapa hal lainnya yang juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari P3S dan coba kita informasi dan ilustrasikan kegiatan-kegiatan dalam kalender musim :

Contoh Kalender Musim Tanam Kopi
Contoh Kalender Musim Tanam Kopi

Penyiapan Lahan Dan Pohon Peneduh
Secara umum kopi menghendaki tanah gembur yang kaya bahan organik. Untuk menambah kesuburan berikan pupuk organik dan penyubur tanah di sekitar area tanaman.
Pohon peneduh seperti dadap, lamtoro dan sengon berguna untuk mengatur intensitas cahaya matahari karena kopi termasuk tumbuhan yang hanya menghendaki 40-60% intensitas cahaya matahari.
Pohon pelindung jenis sengon harus ditanam 4 tahun sebelum budidaya kopi. Sedangkan jenis lamtoro bisa lebih cepat, sekitar 2 tahun sebelumnya. Tindakan yang diperlukan untuk merawat pohon pelindung adalah pemangkasan daun dan penjarangan.

Penanaman
Jarak tanam ini divariasikan dengan ketinggian lahan. Semakin tinggi lahan semakin jarang kopi yang ditanam dan semakin rendah semakin rapat jarak tanamnya. Kopi robusta diketinggian 400-600 m dpl dianjurkan jarak tanam adalah 2×2 meter atau setara dengan 2500 batang/ha, akan tetapi jika berada diketinggian 600-800 m dpl dianjurkan jarak tanam adalah 2,5×2,5 meter atau setara dengan 1600 batang/ha dan seterusnya tentunya dengan tetap menyiapkan lubang tanam 60x60x60 cm yang idealnya telah disiapkan 3-6 bulan sebelum penanaman.

Pemupukan
Pemberian pupuk untuk budidaya kopi sangat dianjurkan menggunakan pupuk organik atau minimalisasi penggunaan pupuk kimia pada tanaman kopi. Kebutuhan pupuk untuk setiap tanaman diberikan menyesuaikan dengan cuaca atau sekitar 2-3 kali dalam 1 tahun.

Pemangkasan Pohon
Pemangkasan dalam budidaya kopi dibagi menjadi 3 (tiga) macam yaitu:
– Pemengkasan pembentukan, bertujuan membentuk kerangka tanaman seperti bentuk tajuk, tinggi tanaman dan tipe percabangan.
– Pemangkasan produksi, bertujuan memangkas cabang-cabang yang tidak produktif atau cabang tua. Hal ini dilakukan agar tanaman lebih fokus menumbuhkan cabang yang produktif. Selain itu, pemangkasan ini juga untuk membuang cabang-cabang yang terkena penyakit atau hama.
– Pemangkasan peremajaan, dilakukan pada tanaman yang telah mengalami penurunan produksi, hasil kuranng dari 400 kg/ha/tahun atau bentuk tajuk yang sudah tak beraturan. Pemangkasan dilakukan setelah pemupukan untuk menjaga ketersediaan nutrisi.

Sanitasi / Penyiangan
Tanaman kopi harus selalu bersih khususnya dari gulma terutama saat tanaman masih muda. Lakukan penyiangan setiap dua minggu, dan bersihkan gulma yang ada dibawah tajuk pohon kopi. Apabila tanaman sudah cukup besar dan dewasa dilakukan apabila diperlukan saja.

Hama Dan Penyakit
Beberapa hama dan penyakit yang umum menyerang tanam kopi adalah sebagai berikut:
1. Hama penggerek buah kopi dengan ditandai oleh buah akan berguguran atau perkembangan buah tidak normal dan membusuk. Pengendalian bisa hama ini adalah dengan meningkatkan sanitasi kebun, pemapasan pohon naungan, pemanenan buah yang terserang, dan penyemprotan kimia.
2. Penyakit karat daun (HV). Gejala serangannya bisa terlihat dari permukaan daun yang mengalami bercak kuning, semakin lama menjadi kuning tua. Penyakit ini lebih sering menyerang kopi arabika.
3. Penyakit serangan nematoda. Serangan ini bisa menurunkan produksi hingga 78%. Pengendalian penyakit ini bisa dilakukan dengan menyambung tanaman dengan batang bawah yang tahan nematoda.

Untuk proses pasca panen atau setelah dari kebun, bisa mampir di artikel “Kopi Berkualitas Dunia”

Sukses untuk Petani Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here