Kenapa “Bukan CoffeeShop, Tapi kalo Mau Ngopi Ado” ???

0
933

EtalaseKopiJambi, Perjalan Etalase “Gift&Coffee” ditengah perkopian di Jambi memberikan warna tersendiri terhadap Kopi Jambi. Akan tetapi dengan tagline “Bukan CoffeeShop, tapi kalo mau Ngopi Ado” menimbulkan pertanyaan-pertanyaan disebagian masyarakat Jambi yang mendengar, mengetahui bahkan mampir di Etalase khususnya para penggiat kopi di Jambi sendiri.

Berada di Halaman depan rumah kita
Berada di Halaman depan rumah kita

Dalam artikel singkat ini, diharapkan tim etalase dapat menyampaikan informasi kenapa tagline tersebut digunakan dan dapat dikatakan menjadi kontraversi. Tagline tersebut pun tidak semerta muncul hanya sekedar lucu-lucuan dan strategi dalam menjalankan aktivitas di etalase. Ada pesan yang dalam dalam tagline tersebut. Dimana etalase selama ini melihat hampir 80% rumah (diluar coffeeshop/kedaikopi) yang ada menyediakan kopi untuk disuguhi untuk diri sendiri ataupun tamu yang datang ke rumah tersebut. Akan tetapi sebagaimana diketahui rumah tersebut bukanlah sebuah kedai kopi ataupun coffeeshop sebagaimana yang tumbuh bak jamur di Provinsi Jambi. Tapi ada Kopi disana. Dan, diketahui juga hampir 90% peminum kopi tersebut “tidak” berhak mengetahui asal-usul dari kopi tersebut. Tapi tetaplah mereka menikmati Kopi yang disuguhkan.

Bersantai guna melahirkan ide2 kreatif
Bersantai guna melahirkan ide2 kreatif

Beranjak dari hal tersebut salahsatu yang menjadi semangat etalase hadir dengan menggunakan tagline “Bukan CoffeeShop, Tapi kalo mau Ngopi Ado”, dimana selain memberikan konsep sebagaimana yang ada di rumah-rumah kebanyakan, etalase juga memberikan informasi dan sharing (diskusi/edukasi) terhadap Kopi Jambi dengan segala jenis turunannya Arabika, Robusta, Liberika. Yaaaa mulai dari Petani, Prosessor, Roastery, Coffeeshop, dan Konsumen serta wilayah-wilayah penghasil 3 jenis Kopi tersebut di Provinsi Jambi. Bahkan tidak jarang, kopi yang dihidangkan dan dinikmati hanya bersifat penghangat sekaligus melengkapi obrolan dalam memberikan informasi terkait Kopi.

Teman untuk menikmati Kopi Jambi
Teman untuk menikmati Kopi Jambi

Program NGOPER (Ngopi Pertama) dengan fase “kekinian” (fase ke-3, Red) terus digelar sampai hari ini. Setiap konsumen baru yang hadir dengan seduhan campuran seperti kopi susu ataupun kopi manis, tidak jarang di etalase akan menyeduhkan “KopiManisTanpaGula” dengan metode saring/fikter (V60) guna memperkuat dari informasi yang diberikan, Dan hal tersebut diberikan secara Free atau GRATIS.

Singkatnya “Bukan CoffeeShop tapi kalo Mau Ngopi Ado” adalah sebuah tagline untuk memberikan nuansa dirumah sendiri saat menikmati Kopi. Karena Kopi ada hampir disetiap rumah masyarakat dan rumah-rumah tersebut bukanlah sebuah Coffeeshop atau Kedai Kopi, walaupun setiap rumah tersebut untuk mendapatkan bahan kopi yang disuguhkan masing-masing rumah tersebut sebagian besar harus membeli ke penyedia kopi.

Melalu tagline tersebut, aura rumahan dan kekeluargaan dimaksimalkan dalam duduk bersama sambil saling sharing dan memberikan informasi terkait Kopi Jambi dqn segala macam turunannya, seperti Seni, Lingkungan, Budaya dan Wisata di Jambi bersama para komunitas-komunitas yang ada di Provinsi Jambi.

Ketika Otak Perlu Inspirasi ... KOPI
Ketika Otak Perlu Inspirasi … KOPI

Intinya etalase ada untuk semua jenis kopi di Jambi yang masuk dalam semua segment konsumen dan tentunya dari bahan baku yang diketahui asal-usul dan SOP nya mulai dari petani (kebun), prosessor (pasca panen, roastery (shangray) dan barista/brewers (penyeduh). Dan seluruhnya dari UKM atau Home Industry Kopi termasuk turunannya (souvenir, makanan, dan trip kopi) yang sebarannya berada di wilayah Provinsi Jambi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here