NGOPI TANDANG edisi LIBERIKA

0
501
Ngopi Tandang
Ngopi Tandang

EtalaseKopiJambi, Hujan yang mengguyur Kota Jambi sedari subuh seakan ingin mengiringi pelepasan program Safari Kopi untuk melihat sekaligus sharing dan berlajar secara langsung bersama petani, prosessor, roastery, barista dan komunitas yang merupakan program perjalanan di inisiasi dan di laksanakan oleh ETALASE – Jambi Coffee Centre dengan tajuk Ngopi Tandang, Sabtu – Minggu, 10-11 April 2021 dengan sasaran lokasi adalah Kabupaten Tanjab Barat. Sebagaimana diketahui Tanjab Barat merupakan salahsatu Kabupaten di Provinsi Jambi yang mempunyai Kopi dengan jenis Liberika. Yaaaa sebagai informasi tambahan selain di Tanjab Barat, wilayah yang juga mermpunyai potensi kopi jenis tersebut adalah Tanjab Timur dan bahkan pernah ditemui di Tebo dan Sarolangun.

Sabtu, 10 April 2021 jam 09.10 WIB  dengan masih diiringi rintik-rintik hujan, para partisipan telah berkumpul di Workshop Etalase yang beralamat di Jl. Urib Sumoharjo, Lrg. Jaya RT 13 No. 16 Kel. Sungai Putri, Kec. Danau Sipin, Kota Jambi. Dan setelah melakukan breefing dan doa bersama, seluruh partisipan yang di koordinir oleh Jhe Edhyanto owner Etalase dan juga merupakan Ketua Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) Provinsi Jambi memulai perjalanan Ngopi Tandang dengan titik tujuan pertama di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi.

Selamat Datang Desa Tanjung Pasir
Selamat Datang Desa Tanjung Pasir

Perjalanan diawali dengan menggunakan 2 (dua) kendaraan dengan waktu tempuh biasanya 2 jam untuk sampai di Pasar Serdang yang berada di Kecamatan Betara. Akan tetapi setengah perjalanannya, tim harus berhenti sejenak dikarenakan salahsatu partisipan (Ari) mengalami “mabuk darat” di jalur lintas tepatnya 10 menit setelah Kota Sengeti yang merupakan ibukota Kabupaten Muaro Jambi. Disini seluruh tim memberikan semangat moril kepada Ari. Mulai dari memberikan minyak “kayu putih”, ada yang memberikan air minum, bahkan ada juga yang membantu membersihkan bekas-bekas “mabuk darat”, baik ditubuh Ari ataupun di Jok Mobil yang menjadi sasaran “tembakan” mendadak si Ari. Candaan pun terus keluar dari seluruh tim, sekedar untuk saling support agar saat melanjutkan perjalanan dapat tetap enjoy dan menyenangkan khususnya bagi Ari yang kembali segar seolah sebelumnya tidak mengalami ‘mabuk darat’.

12.30 wib, tim sampai di Desa Sunga Terap, Kecamatan Betara tepatnya di KUB H.Bangun (Kopi Ajib) untuk sekedar menyapa dan mampir sejenak sembari menikmati Kopi Liberika yang langsung di seduh dengan metode Filter langsung oleh Owner Muhammad Firdaus. Firdaus yang juga Wakil Ketua DEKOPI Jambi wilayah Tanjab Barat dipastikan dapat bergabung di Desa Tanjung Pasir yang merupakan titik awal Ngopi Tandang. Firdaus nantinya akan menyusul bersama Nurul Amin yang saai itu masih dalam perjalanan dari Mendahara, Tanjab Timur. Nurul Amin merupakan penggiat Kopi Liberika di Kabupaten Tanjab Timur dan merupakan Wakil Ketua DEKOPI Jambi wilayah Tanjab Timur serta Owner dari Peatland Coffee.

Tersambut Kepala Desa Tanjung Pasir
Tersambut Kepala Desa Tanjung Pasir

13.20 wib, tim melanjutkan perjalan menuju Desa Tanjung Pasir. perjalanan melalui jalan pengerasan dengan melewati tidak kurang dari 15 jembatan tersebut ditempuh dengan waktu kurang dari 1 jam hingga akhirnya kendaraaan terpakir tepat di depan Rumah Kepala Desa (Kades) Tanjung Pasir, Bpk.Hardiyansyah di sebuah pasar yang dikenal dengan Pasar Minggu. Dengan senyuman ramah, Tim disambut oleh Kades dan sesaat untuk silahturahim sekaigus izin untuk tim “bertandang’ di wilayah administrasinya.

Sharing Dan Informasi Kopi Jambi
Sharing Dan Informasi Kopi Jambi

14.10 wib, pompong (nama angkutan sungai) telah siap sebelum tim sampai di Desa Tanjung Pasir dan selanjutnya dilepas oleh Kades Tanjung Pasir untuk menuju Parit 9 menggunakan pompong yang di nahkodai oleh Bang Sopingi.

Pelepasan Jalur Air
Pelepasan Jalur Air
Kebahagiaan Dari Kesederhanaan
Kebahagiaan Dari Kesederhanaan

Anak sungai yang lebih dikenal dengan Parit 9 oleh masyarakat setempat ditelusuri oleh Pompong dengan kecepatan konsisten tapi pasti sembari menghindari beberapa ranting dan tumbuhan khas lahan gambut. Dengan lebar rata-rata tidak lebih dari 5 meter, sepanjang alirannya akan dijumpai tanaman mangrove, bakau yang diselingi oleh nipah dan juga sengon. Selain tumbuhan dan hewan khas lahan gambut,  tim juga ‘tersapa’ oleh kicauan burung, kera/monyet yang melompat diantara pepohonan, dan juga biawak yang berenang melintas atau menghindari pompong yang ditumpangi tim. ‘Hutan Amozon’ seperti yang sering dilihat dalam tayangan channel Discovery atau National Geographic serasa berada dihadapan tim sepanjang aliran menuju dusun sasaran dengan waktu tempuh nyaris 1 jam dan berlabuh tepat di depan rumah Bpk. Rasiwan  dimana tim akan belejar bersama sekalius menginap malam ini.

15.48 wib, setelah bersih-bersih, cuci tangan dengan masker masih tergantung dileher masing-masing tim sebagai mana standar prokes dimasa pendemi Covid 19, hidangan makan siang yang baru dapat ternikmati sore telah tersiapkan oleh keluarga Bpk Rasiwan yang “dikomandoi’ oleh Ibu Dasih yang tidak lain adalah istri Bpk Rasiwan dan merupakan orang tua dari Tasliem, salahsatu partisipan yang mengikuti sekaligus memandu perjalanan Ngopi Tandang menuju dusun nya. Dengan kesegaran menu yang mayoritas hasil dari sekitar dusun membuat tim terus menambah dan menambah isi piring masing-masing. Semur ayam kampung yang benar-benar dari kampung, gulai pucuk ubi dari belakang rumah, gabus dan kaper goreng yang merupakan hasil pancingan di sungai sebelah pagi harinya, teri goreng yang dibaluti oleh sambal ijo, dan kerupuk membuat kesempurnaan santapan tanpa henti sampai semua hidangan selesai dalam hitungan menit. Hmmmm kombinasi antara lapar yang disambut enak memberikan kepuasan tim dan melengkapi kesempurnaan perjalanan. 

Kuliner Khas
Kuliner Khas

16.50 wib, seolah tidak mengenal lelah dan semangat untuk saling belajar, setelah melahap semua hidangan yang disuguhkan oleh keluarga Bpk. asiwan tim pun bersiap menuju kebun liberika bersama kelompok tani yang ada di dusun tersebut. Dan tim baru menyadari kalo abang yang menahkodai pompong dan membawa tim sepanjang sliran mulai dari parit 9 ternyata salahsatu Ketua kelompok tani yakni Kelompok Tani (PokTan) Sido Mulyo. Huffft satu kehormatan dan kejutan lagi bagi tim

“Nah…. apa yang tim Ngopi Tandang lakukan di kebun bersama petani hingga keesokan hari hingga kembali ke Kota Jambi ?”   

bersambung yaaaaaa.
…              

Salam,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here