Sirene panjang terdengar sebelum fajar tiba sebagai pertanda waktu Imsyak sekaligus persiapan untuk menunaikan ibadah shalat subuh bagi umat Islam serta dimulainya untuk menahan lapar, dahaga dan pengendalian hawa nafsu sampai dengan matahari menyingsing diufuk barat.  

Seperti hari-hari sebelumnya dalam 1 bulan (maret s/d april 2022), terlihat dari sebagian tim Etalase disibukkan oleh checklist final untuk alat peralatan yang akan dibawa dan digunakan sesuai kebutuhan dalam sebuah kelas kopi (workshop) khas Etalase. Bulan Ramadhan seakan melengkapi semangat tim untuk memaksimalkan materi akhir dari perjalanan hulu hilir didalam kurikulum yang telah tersusun sebelumnya untuk para sahabat yang berada di Lapas IIB Kuala Tungkal sampai dengan penutupan Workshop angkatan #18 bersama 20 orang warga binaan di Lapas tersebut.

ETALASE KOPI JAMBI
Pembukaan Workshop angkatan #18 | Kerjasama BLKP Provinsi Jambi dan LP Kelas IIB Kuala Tungkal bersama Yayasan Etalase Ekosistem Indonesia

untuk melihat workshop kopi kami, silahkan intip melalui media sosial berikut | https://www.instagram.com/p/Cb6zp0kpjAQ/?utm_source=ig_web_copy_link |

REVIEW dan EVALUASI

Udara sejuk yang ‘memaksa’ untuk memejamkan mata setelah Subuh,  bukanlah hambatan tim untuk tetap melakukan perjalanan menuju ke Lapas IIB Kuala Tungkal. Yaaa.. hujan yang turun di Kota Jambi dan sekitarnya seolah memberikan isyarat untuk matahari tidak melepas keberangkatan tim. Sebaliknya, sepanjang perjalanan hujan pun enggan berhenti mengiringi perjalanan tim hingga memasuki ruang sederhana di lapas IIB Kuala Tungkal dimana kelas kopi angkatan #18 dilaksanakan. Bahkan dibeberapa titik di tengah perjalanan derasnya hujun yang turun membuat arus kendaraan dari Kota Jambi ke Kabupaten TanjabBarat dan sebaliknya sangatlah lengang, hanya beberapa kendaraan roda 4 berpapasan disepanjang perjalanan kurang dari 3 jam tersebut.

Semangat perjalanan yang dilakukan oleh tim tidaklah lepas dari semangat 20 orang warga binaan yang juga terlihat setiap hari saat menyambut kedatangan tim Etalase dan siap menerima kelanjutan materi yang akan diberikan dalam hari-hari Workshop yang dilaksanakan sampai dengan materi akhir tersampaikan.

4 Sehat 5 Sempurna, merupakan materi yang mengiringi review dan evaluasi rangkaian materi yang telah tersampaikan oleh setidaknya 9 orang narsum dari Etalase dan Mitra yang terdiri dari petani, prosessor, roaster, barista, owner dan leader coffeeshop, hingga konsultan bisnis.  4 sehat 5 sempurna merupakan skema memulai suatu bisnis dengan menelaah kekuatan diri dari masing-masing personal, dimana kombinasi waktu, tenaga, pikiran, uang yang disempurankan oleh jaringan merupakan kekuatan dari sebagian besar ‘kebutuhan’ (modal) yang diperlukan untuk menjalankan perencanaan yang telah disusun. Dan bisa jadi sekedar ‘keinginan’ dapat menjadi kelemahan dalam setiap implementasi dari sebuah rencana. Hal tersebut dijabarkan oleh Etalase seiring dengan beberapa pertanyaan kunci seputar aktivitas Workshop untuk di jawab oleh seluruh peserta.

ETALASE KOPI JAMBI
Lembar Review dan Evaluasi yang Ditulis oleh 20 Peserta Warga Binaan Lapas Kelas IIb Tungkal

2 (dua) hari terakhir dari nyaris sebulan pelaksanaan workshop kopi di Lapas IIB Kuala Tungkal ini sangat kental terasa atmosfer kekeluargaan, antusias, kebersamaan dan semangat peserta dirasakan baik dari yang terlihat langsung maupun dari jawaban-jawaban seputar workshop tertulis di lembaran para peserta. Bahkan secara ‘jujur’ beberapa peserta menjawab bahwa dirinya ikut sebagai peserta awalnya hanya sekedar ikut-ikutan karena mengingat masa kewajiban menjalani ‘hukuman’ masih relatif panjang, akan tetapi pemikiran tersebut sirna dan berganti dengan pemikiran untuk terus berusaha merubah diri kearah yang lebih positif saat menjalani sisa kewajiban hingga berbaur nantinya bersama masyarakat secara umum dengan Kopi sebagai filosofinya. Karena Kopi tidak selamanya terasa Pahit dan terlihat Hitam.

ETALASE KOPI JAMBI
Merchandise dalam bentuk Peralatan Manual Brew diberikan agar tetap dapat memperdalam Ilmu yang telah diberikan

Dan beranjak dari hal tersebut, agar seluruh peserta tetap memperdalam materi yang telah diberikan khususnya di hilir (penyeduhan) dalam perjalanan kopi, Yayasan Etalase Ekosistem Indonesia memberikan alat dari beberapa metode seduh (manual brewing) lengkap dengan bahan baku dari 3 jenis Kopi Jambi (arabika, robusta, liberika). Hal ini disambut dengan sukacita oleh seluruh peserta seiring dengan penutupan secara resmi workshop yang merupakan kerjasama LP Kelas IIB Kuala Tungkal dan BLKP Provinsi Jambi bersama Yayasan Etalase Ekosistem Indonesia.

Pada kesempatan ini, dan dari review serta evaluasi yang dilakukan ternyata LP Kelas IIB Kuala Tungkal juga tengah mempersiapkan seperangkat kebutuhan untuk pojokan kopi layaknya sebuah coffeeshop untuk digunakan oleh peserta. Hal ini tidak lepas dari komitmen LP Kelas IIB Kuala Tungkal untuk tetap dan terus melakukan pembinaan kepada seluruh warga binaannya. “Ecek-Ecek Café” merupakan nama pojokan kopi yang sedang terbangun tersebut diharapkan dapat menciptakan kader-kader lain dari warga binaan pasca workshop yang telah dilakukan sekaligus memberikan hak kepada siapapun dalam berwirausaha dan menikmati kopi terbaik dimanapun dan kapan saja.

SEMUA MEMPUNYAI HAK SAMA

#NgopiDariKebunDewak yang mengiringi #JambiMuaraKopiSemesta merupakan tagline sekaligus tujuan ekosistem Etalase dengan salahsatu konsepnya adalah workshop untuk mengisi ruang dan dinamika perkopian di Jambi.

Baca juga Link terkait ya | https://etalasekopijambi.com/ekosistem-dalam-etalase-jambi-coffee-centre/ |

Dimana sampai dengan saat ini Etalase terus berbagi dan menyebarkan informasi bersama lintas komunitas dan ekonomi kreatif secara langsung dan tidak langsung yang berjalan secara komperhensif seiring dengan tumbuh dan berkembangnya konsumsi Kopi Jambi di setiap lapisan masyarakatnya. Hal ini tidak lepas dari awal Etalase ada bukan hanya sekedar coffeeshop, kedai kopi, ataupun muara Kopi Jambi.

Baca juga artikel tentang kenapa Etalase bukan CoffeeShophttps://etalasekopijambi.com/kenapa-bukan-coffeeshop-tapi-kalo-mau-ngopi-ado/

Momen Workshop angkatan #18 yang baru saja terlaksana bersama warga binaan LP Kelas IIB Kuala Tungkal, menambah keyakinan bahwasanya semua elemen masyarakat mempunyai Hak untuk menikmati Kopi yang berkualitas maksimal (specialty Arabika, Fine Robusta, Spesial Liberika), tentunya dengan berbagai metode seduh yang menjadi trend 10 tahun terakhir yang tanpa terkecuali hadir khususnya di Provinsi Jambi.

ETALASE KOPI JAMBI
Menikmati seduhan dari proses perjalanan Hulu ke Hilir olahan Kopi yang maksimal adalah Hak siapapun penikmatnya

Sebelumnya bersama mitra ataupun secara mandiri, sharing informasi dan edukasi juga telah dilakukan Etalase ke berbagai elemen dan tingkatan sosial masyarakat yang terdokumentasikan sebagai angkatan workshop (kelas) ataupun non angkatan dalam bentuk making (pengalaman). Dan lagi-lagi tanpa terkecuali ataupun tanpa “tapi” dan termasuk warga sekitar, panti asuhan, pejuang jalanan, lintas komunitas, dan bahkan pejabat berbagai lembaga dan institusi.

Karena Semua Mempunyai Hak Sama, walaupun Semuanya Tidaklah Sama.  |end/JHE|

SEBARAN “EKOSISTEM”

Dalam proses perjalanannya, saat ini berbagai profesi/karier tergeluti oleh sebahagian dari ratusan ‘alumni’ berbagai angkatan dan non angkatan yang telah sharing dan belajar bersama Etalase dalam bentuk Workshop (Kelas) ataupun sekedar Making (sharing informasi dan pengalaman), diantaranya sebagai :

ETALASE KOPI JAMBI
Beberapa sebaran Ekosistem Etalase
  • Petani dan atau Prosessor Kopi dengan Kualitas maksimal ;
  • Roastery atau Penyangrai Kopi ;
  • Head Barista dan atau Barista di CoffeeShop (Kedai Kopi) ;
  • Manajemen dan Owner CoffeeShop ;
  • Instruktur / Coffee Consultan ;
  • Wirausaha Non Kopi (Sub Sektor Ekonomi Kreatif) ;

Yang tersebar baik di dalam dan luar Provinsi Jambi serta bersama dengan brand Lokal maupun Nasional. (red/Etalase)